Wasit Kontroversial Ini yang Akan Pimpin Final Liga Champions

Akhirnya UEFA sudah menunjuk siapa wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid tanggal 26 Mei 2018 nanti bertempat di NSC Olimpiyskiy, Kiev. Milorad Mazic, wasit asal Serbia ini yang nanti akan memimpin partai puncak di Liga Champions. Ini adalah kali pertama Mazic ditunjuk untuk menjadi wasit dan memimpin pertandingan final Liga Champions. Pada event sebelumnya, UEFA pernah menunjuk Felix Brych, wasit asal Jerman, ia memimpin final pertandingan antara Real Madrid yang menang dari Juventus dengan skor 4-1. Mazic tidak akan sendiri, tapi ia juga akan dibantu oleh teman senegaranya sebagai asisten wasit dalam ajang ini, yaitu Milovan Ristic dan Dalibor Djurdjevic. Sementara itu wasit keempat akan dilakukan oleh Clement Turpin asal Perancis.

Kekhawatiran timbul diantara supporter kedua tim.
Keputusan yang dilakukan UEFA dengan menunjuk Milorad Mazic sebagai wasit di final Liga Champions nanti sempat menimbulkan kekhawatiran diantara pendukung dua tim yang akan bertanding. Kekhawatiran mereka juga ditunjukkan lewat media sosial. Pasalnya Mazic tercatat pernah beberapa kali melakukan keputusan kontroversial saat menjadi pengadil jalannya pertandingan khususnya di laga-laga besar.

Salah satu keputusan yang paling menyita perhatian publik adalah ketika ia ditunjuk menjadi wasit dalam ajang bergengsi Piala Dunia 2014 lalu antara Tim Jerman versus Tim Portugal. Kala pertandingan fase grup terjadi antara kedua tim tersebut, Mazic memberikan kartu merah kepada Pepe, bek Portugal karena dia terlibat kontak fisik dengan pemain Jerman, Thomas Mueller.
Tidak hanya itu, Mazic juga memberikan hadiah berupa tendangan penalti kepada timnas Jerman. Hal ini terjadi karena Joao Perera dianggap sempat menarik Mario Goetze saat berada di dalam kotak penalti. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan telak dari Jerman melalui skor 4-0. Kontroversi lain juga terjadi saat pertandingan Piala Dunia antara Iran melawan Argentina di fase grup. Pasalnya sang wasit tidak memberikan tendangan penalti kepada timnas Iran setelah Pablo Zabaleta kedapatan menjatuhkan Ashkan Dejagah tepat di dalam kotak penalti di menit ke-56. Hal ini jelas menyulut kemarahan para penggemar timnas Iran itu.

Namun protes yang dilontarkan para fans tim Iran pun sama sekali tak digubris oleh Mazic. Padahal jelas-jelas dalam tayangan ulang, Zabaleta kelihatan jelas telah menjegal kaki Dejagah di dalam kotak penalti. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan Argentina 1-0 berkat gol dari Lionel Messi.

Rekam jejak Mazic sebagai wasit pertandingan
Mazic menekuni profesi sebagai wasit sejak tahun 2006 di Liga Serbia. Kemudian di tahun 2009 akhirnya ia tercatat sebagai wasit FIFA dan dua tahun berselang mencatatkan dirinya sebagai wasit UEFA. Mazic memang memiliki rekam jejak pernah memimpin partai final. Saat Piala Konfederasi 2017, wasit berusia 45 tahun itu pernah ditunjuk untuk menjadi pengadil pertandingan antara Cile melawan Jerman. Selain itu, dia juga pernah menjadi wasit di ajang Piala Super Eropa 2016 saat Real Madrid melawan Sevilla.

UEFA sendiri menunjuk Mazic setelah melihat rekam jejaknya yang dinilai tegas ketika memimpin pertandingan serta kompetensinya baik saat memimpin di tingkat lokal maupun internasional.
Dalam pagelaran Liga Champions di musim kali ini, Mazic tercatat baru menjadi wasit sebanyak empat kali dalam fase grup. Dalam empat kali pertandingan fase grup itu sudah total 13 kartu kuning yang telah dikeluarkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *