Revolusi Real Madrid dalam Periode Kedua Zinedine Zidane

Setelah tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions, Real Madrid diprediksi akan keluar tanpa trofi pada musim 2018/2019, disusul oleh Los Bancos yang juga ikut kalah dalam persaingan Liga Spanyol. Hingga pada pekan ke-34, Real Madrid masih menempati posisi ketiga dalam klasemen dengan total poin 65 poin.

Sergio Ramos beserta kawan-kawannya tertinggal 15 poin oleh Barcelona, yang mana ia hanya membutuhkan satu kemenangan saja untuk bisa menjadi sang juara. Ini menjadi sebuah musim yang buruk bagi Real Madrid. Los Blancos mengawali musim ini dengan kurang baik setelah ditinggal pergi oleh Zinedine Zidane, yang mengundurkan diri sebagai pelatih pada musim lalu.

 

Julen Lopetegui Tak Mampu Menggantikan Zidane di Hati Real Madrid

Julen Lopetegui yang menjadi pengganti dari Zidane tidak mampu mempertahankan apalagi mengangkat performa tim Real Madrid. Lopetegui pun diberhentikan sebagai pelatih, kemudian digantikan oleh Santiago Solari. Namun, sang ahli taktik dari Argentina ini juga tidak mampu memberikan perubahan yang amat berarti. Hingga akhirnya pada bulan Maret lalu Real Madrid kembali menggunakan Zidane dan memberhentikan Solari.

Namun, meskipun telah berada dalam asuhan Zidane, performa yang diberikan oleh Karim Benzema dan kolega masih belum konsisten. Dari total 7 iiga Spanyol, Real Madrid hanya mampu mendapat 4 kemenangan saja, dua seri dan satu kali mendapat kekalahan. Hasil serinya yakni 0-0 ketika melawan Getafe, membuat Zidane murka.

 

Zidane Merombak Skuat dengan Sentuhan Emasnya

Sentuhan emas yang diberikan oleh tangan Zidane sebagai pelatih dari Real Madrid pada periode pertama memang tidak perlu diragukan lagi. Ia berhasil memberikan 9 buah trofi dalam 2,5 musim ketika bertugas di Santiago Bornabeu. 9 gelar juara itu terdiri atas trofi Liga Champions, dua gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Selain itu mereka juga mendapatkan masing-masing satu gelar dalam Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol. Untuk bisa mempertahankan atau bahkan menembus prestasi tersebut, Zidane perlu skuat yang bisa tampil dengan konsisten waspada setiap waktu, solid dalam semua bidang sepanjang waktu dan bermain baik di kandang maupun tandang.

Zidane sebenarnya memiliki banyak stok pemain-pemain yang bagus. Namun, beberapa dari mereka yang mampu tampil dengan konsisten. Oleh karena itu, legenda dari Prancis itu mengisyaratkan bahwa dirinya akan membangun kembali Real Madrid yang telah ditinggalkannya pada musim lalu itu. Gareth Bale adalah satu dari banyak pemain yang tidak masuk dalam rencana Zidane untuk musim depan.

 

Zidane Menabuh Genderang Perang Untuk Barcelona di Liga Spanyol

Zidane seolah telah menabuh genderang perangnya untuk Barcelona di Liga Spanyol musim mendatang. Ia lebih memprioritaskan persaingan dalam domestic agar jumlah gelar Los Blancos tidak tersusul oleh rival abadinya tersebut. Real Madrid telah mencatat 33 kali berhasil meraih gelar juara dalam Liga Spanyol.

Sedangkan, Barcelona baru mendapat 24 kali kemenangan yang akan menjadi 25 jika juara di musim ini. Zidane mengatakan bahwa timnya telah mengantongi 33 gelar juara La Liga. Berapa banyak yang dikantongi Barcelona? Mereka memang tampil bagus akhir-akhir ini dan harus diberikan ucapan selamat untuk ini dan mengapresiasi kemenangannya.

Ia juga menambahkan bahwa mereka harus mengubah ritme permainannya. Ia mengatakan pada Real Madrid bahwa akan memulai La Liga di musim depan dengan sebaik-baiknya. Mereka harus membuat La Liga menjadi target utamanya di musim depan. Demikianlah berita seputar sepak bola terbaru yang dapat kami sajikan untuk Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *