Ekspor Mobil di Awal 2019, Toyota Siap Ekspansi ke Negara Tujuan Baru

Toyota Motor Corporation (TMC) adalah salah satu pabrikan mobil yang berasal dari Jepang, yang bermarkas di Toyota, Aichi. Sekarang, Toyota adalah pabrikan penghasil mobil terbesar di dunia. TMC merupakan anggota dari Grup Toyota dan membuat mobil dengan merek Toyota, Lexus Serta Scion, Hino dan Daihatsu serta memiliki sebagian kecil saham di Subaru dan Isuzu.

Perusahaan yang memproduksi 1 mobil dalam waktu 50 menit ini rupanya menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak ketimbang memakai nama keluarga pendirinya, Toyota. Inilah beberapa hal yang menarik dari Toyota. Namun apa kabar Toyota hari ini? Jika Anda pensaran, simak informasinya berikut ini.

Toyota Ekspor Mobil Barunya Turun di Awal 2019

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau disingkat TMIIN, umumkan pencapaian ekspornya pada awal tahun 2019 ini. Ya, mereka berhasil mencatatkan volume ekspor sebanyak 61.600 unit di periode Januari sampai April 2019. Sayangnya angka itu turun 6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 dengan jumlah ekspor 65.700 unit.

Bob Azzam, yang menjabat Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMIIN menyatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan penuruan ekspor mereka pada awal tahun ini. Faktor tersebut Antara lain ialah disebabkan kondisi perekonomian di berbagai negara destinasi tujuan ekspor, utamanya di kawasan Timur Tengah serta Filipina.

Kondisi perekonomian yang naik turun di sebuah negara tujuan ekspor adalah hal di luar kontrol atau kendali Toyota dan tidak bisa dihindari, jelas Bob Azzam dalam siaran resmi yang dikirimkan TMMIN pada Sabtu (25/5/2019). Dia juga menjelaskan walaupun demikian, hal-hal seperti ini tentu telah mereka perhitungkan untuk urusan manajemen risiko.

Bob menambahkan, mereka belum berencana untuk mengefaluasi atau mengoreksi target ekspor mereka serta tetap optimis terjadi pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir tahun 2019 dapat dipenuhi. Toyata tetap berharap akan mendapatkan hasil terbaik walaupun dengan keadaan perekonomian sekarang serta mengambil kemungkinan resiko yang ada.

 

 

 

Toyota Mencoba untuk Tetap Positif Pada Tahun Ini

Dari total volume CBU Toyota kontributor terbesar yang mereka miliki masih dipegang oleh Fortuner dengan volume 14.400 unit atau 23 persen dari semua total volume ekspor. Yang kedua ialah Rush dengan volume 12.600 unit atau 20 persen. Lalu model ketiga ialah Agya dengan volume 10.800 unit atau 18 persen.

Adapun model lainnya Vios sebanyak 7.500 unit, Innova, Sienta, Yaris, Town Ace dengan total volume 7.900 unit serta Avanza 8.400 unit. Walaupun mengalami penurunan, Toyota tidak menurunkan target ekspor sampai akhir tahun, yaitu bertahan positif tumbuh 5 persen. Toyota percaya target ini masih bisa terpenuhi. Bob menjelaskan, belum ada koreksi terhadap target ekspor mereka.

Bob menjelaskan untuk mencapainya, akan ada rencana ekspor mulai pertengahan tahun ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah. Tambahan permintaan pasar dari negara-negara di Timur Tengah pun diharapkan bisa membantu tercapainya target yang ditetapkan itu. Bob juga menceritakan, mereka harus semakin proaktif dalam meningkatkan performa ekspor mengingat persaingan yang semakin sengit ini.

Nah, begitulah informasi tentang Produsen mobil Toyota hari ini, dimana mereka tetap optimis untuk tetap melakukan ekspor tanpa mngoreksi persentase target pencapaian walaupun dengan kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil. Mereka berharap tetap bisa mencapai target tersebut di akhir periode target pencapaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *