Jawaban Bos AS Roma Tentang Tudingan Kepindahan Radja Nainggolan

Jawaban Bos AS Roma Tentang Tudingan Kepindahan Radja Nainggolan

Bos AS Roma, Eusebio Di Francesco, mendapatkan banyak kritikan terkait kepergian salah satu pemain bintangnya, Radja Nainggolan. Eusebio digadang-gadang jadi otak atau dalang di balik penjualan sang pemain. Tentu hal ini memberikan penilaian buruk kepada pihak AS Roma. Namun Eusebio menjelaskan bahwa kepindahan Nainggolan ke klub Inter bukan merupakan keputusan secara sepihak melainkan bersama.

Memang saat ini Nainggolan telah resmi pindah ke Inter Milan dan di saat yang sama Davide Santon dan Nicolo Zaniolo juga harus dilepas oleh Nerazzurri ke Olimpico sebagai salah satu bagian dari penjualan ditambah nilai transfer sebesar Rp 403 miliar.

Dilansir dari media berita Il Centro, Di Francesco, menjelaskan bahwa hubungannya dengan Radja Nainggolan masih baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun yang membuatnya sengaja ingin menjual sang pemain asal Belgia itu.

“Hal ini adalah keputusan bersama,” kata Di Francesco. “Saya memiliki hubungan baik dengan Radja dan akhir-akhir ini kami masih sering berbincang. Di level personal, saya mendoakan yang terbaik untuknya.”

Sementara itu, Radja Nainggolan diberitakan sangat senang bahwa kini dia telah menjadi bagian dari klub Inter Milan. Nainggolan sendiri resmi menjadi salah satu pemain Inter sejak 26 Juni 2018. Dia juga mengatakan alasan mengapa dia lebih suka berada di klub barunya tersebut daripada membela AS Roma.

“Hal yang penting untuk pemain bola ialah memperoleh kepercayaan. Itu yang saya rasakan dari manajer Luciano Spalletti dan Wakil Presiden Javier Zanetti,” kata Nainggolan seperti dikuntip dari salah satu media sepak bola Italia. “Mereka membuat saya merasa penting dan hal inilah yang tak saya dapatkan saat masih bersama AS Roma.”

Para pendukung Inter Milan juga nampaknya sangat menyambut kedatangan Radja Nainggolan saat itu. Mereka memberikan antusiasme yang posifit ketika mengetahui kabar bahwa Nainggolan akan jadi bagian dari klub Inter Milan. Dan hal itulah juga yang dirasakan oleh sang pemain yang gagal diboyong oleh timnas Belgia ke Piala Dunia Rusia 2018. “Saya tak menyangka mendapatkan sambutan yang begitu hangat. Saya senang dan sekarang tinggal bergantung pada saya untuk mendapatkan lebih banyak tepuk tangan,” tambahnya.

Di Francesco sendiri mengatakan saat ini klubnya sedang berencana untuk melakukan perombakan besar-besaran di musim mendatang dan pada bursa transfer tahun ini, “Kami mungkin perlu menipiskan tim. Kami sudah membuat banyak penilaian dan akan melakukan hal-hal lainnya di pra-musim.”

Francesco juga yakin bahwa mantan pemain PSG (Paris Saint-Germain) yaitu Javier Pastore akan sukses dibawanya untuk bergabung bersama AS Roma. Dia cukup optimis bahwa performa Javier akan semakin memperkuat lini depan Giallorossi.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Pastore telah meneken kontrak selama 5 tahun bersama Olimpico dengan nilai transfer yang cukup besar yaitu sebesar Rp 435 miliar. Dan Di Francesco juga percaya bahwa pemain baru tersebut menjadi investasi yang bagus bagi klubnya terutama bagi taktik yang akan diterapkan oleh pihak AS Roma.

“Dia merupakan salah satu pemain baru yang telah berbicara dengan saya dan dia memberi saya optimism. Performa dia penting untuk penerapan taktik skuat. Dia memiliki karakteristik yang sebelumnya AS Roma tak pernah miliki. Pastore punya kualitas dan imajinasi yang bisa membuat Roma jadi semakin penetratif apalagi untuk melawan tim lain yang main bertahan,” tambah Di Francesco sangat percaya diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *