Alami Gegar Otak di Final Lawan Madrid, Karius Dibilang Cari Alasan

Alami Gegar Otak di Final Lawan Madrid, Karius Dibilang Cari Alasan

Kiper Liverpool, Loris Karius, baru saja menjalani pemeriksaan medis pasca pertandingan final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev akhir Mei lalu. Dari hasil scan yang dilakukan, dipastikan penjaga gawang tersebut mengalami gegar otak ringan saat berlaga di ajang tersebut. Karius memang dijadwalkan menjalani cek scan di tengah-tengah liburannya di Amerika Serikat. Scan ini sebetulnya sudah lama dilakukan Karius pada tanggal 31 Mei lalu di Rumah Sakit Massachusetts. Dan kini spesialis cedera kepala rumah sakit itu, Dr. Ross Zafonte memberikan pengumuman resmi terkait hasil scan yang dilakukan si penjaga gawang.

Ross mengonfirmasi bahwa Karius mengalami gegar otak saat bertanding di laga final. Tidak hanya itu saja, Ross juga menambahkan kalau cedera yang dialaminya tersebut berpengaruh terhadap performa Karius selama bertanding di lapangan waktu itu. Semenjak kejadian itu, proses pemulihan Karius mengalami perkembangan yang bagus. Dia diharapkan bisa sehat secara total dan kembali ke kondisinya yang normal.

Karius dianggap mencari-cari alasan kegagalannya
Mantan pemain Chelsea, Chris Sutton menanggapi kabar terakhir tentang gegar otak yang dialami oleh penjaga gawang Liverpool, Loris Karius. Menurutnya, kiper asal Jerman tersebut hanya mencari-cari alasan atas kegagalan yang dilakukan saat partai final Liga Champions. Seperti yang sudah diketahui, Karius melakukan 2 kesalahan fatal saat bertanding di final kontra Real Madrid. Kala itu ada dua blunder yang dilakukannya sehingga menyebabkan gawang Liverpool kebobolan dengan mudah oleh Gareth Bale dan Karim Benzema. Karena kesalahan yang dilakukan itulah tim Merah terpaksa harus menelan kekalahan dengan skor akhir 3-1.

Tapi sebelum dua blunder itu terjadi, Karius sempat terkena sikutan di bagian kepalanya yang dilakukan oleh bek Madrid, Sergio Ramos. Setelah pertandingan usai, Karius pun melakukan cek scan dan kedapatan kalau dia mengalami gegar otak. Hasil scan yang dilakukan Karius diberitakan ke media oleh perwakilan resmi Rumah Sakit. Padahal menurut Suffon, sebaiknya hasil semacam itu tak diungkapkan dan dia menganggap pemberitaan tersebut dijadikan alasan untuk menghindari kritikan atas kesalahannya pada partai final.

“Saya pikir hal itu lebih baik disimpan sendiri. Apa yang sudah terjadi, telah terjadi. Dia tetap bermain di lapangan. Namun gegar otak adalah masalah yang sangat serius,” ucap Sutton seperti yang dilansir dari BBC Radio 5 Live. “Dia berbuat 2 kesalahan besar. Saya kasihan padanya, saya tak berpikir dia mampu melewati semua ini.” “Saya tak bisa melihat intinya kenapa dia (Karius) perlu membeberkan semua itu karena semua orang akan mengatakan bahwa dia mencari-cari alasan dan mungkin saja hal itu benar,” tambahnya.

Beragam respon dari para fans didapat oleh Sutton setelah mereka mendengar penilaian yang diucapkannya dalam acara live radio itu. Fans justru menganggap bahwa Sutton sedang mencari perhatian dengan mengkritik cara Karius membeberkan masalah cedera gegar otaknya. Dan soal kesalahan yang dilakukan Karius dalam final Champions, perbedaan pendapat juga terjadi. Ada para pendukung yang kecewa bahkan mengancam penjaga gawang itu, namun tak sedikit juga yang justru ikut bersimpati atas blunder yang dilakukan Karius.

Loris Karius sendiri telah meminta maaf berkali-kali kepada para fans Liverpool. Dia sampai memposting permintaan tersebut di akun media sosial Instagram dan Twitter-nya atas insiden memalukan yang terjadi. Karius berjanji akan menjadi lebih baik untuk ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *